Langsung ke konten utama

Review A Man Called Otto

Sinopsis

Sepeninggal sang istri dan dipaksa pensiun dari pekerjaan setelah berbakti hampir 40 tahun, seorang pria 60 tahun nan pemarah, Otto Anderson berniat mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, usahanya selalu terhalangi oleh keriuhan tetangga-tetangga barunya, yang pada akhirnya membawa pada ikatan persahabatan yang unik saat mereka menantang Otto untuk memandang sisi positif dari segala hal.


Review

Mimin is back. Review kali ini tentang film berjudul A Man Called Otto yang sesuai sinopsisnya tentang pria tua yang selalu pengen bunuh diri tapi gagal terus. Film yang ini ngasih pelajaran berharga yang banyak bet sih kalo kata mimin.


Karakter

Karakter seorang Otto Anderson ini tuh bener - bener relate banget sih kalo kata mimin ya, karena ya basically dia tuh old man grumpy yang sering ditemuin tapi sekaligus dia seorang tetangga yang sering dimintain tolong kaya tetangga pada umumnya. Tom Hanks meranin sosok Otto dengan baik pastinya, dia emang bukan kaleng - kaleng dan ya bikin mimin jatuh terhanyut kedalam cerita. Karakter lainnya pun menurut mimin oke banget, apalagi nih tetangga - tetangganya Otto yang bikin ini film semakin menarik buat di tonton. Ada si Marisol yaitu tipe tetangga yang blak-blakan dan berisik, terus ada suaminya si Tommy yang kocak abis.


Plot

Film ini ngasih alur cerita yang maju mundur, tapi film ini gabikin pusing kok meskipun maju mundur. Ini emang salah satu yang bagus dari ini film, karena semuanya dijelaskan dengan cukup baik. Film ini punya cerita yang sederhana, tapi punya pesan yang bermakna lohhhhh. Film ini juga ngasih kesan yang dark ya, dimana kalo orang udah depresi pasti pengen bunuh diri, padahal ini orang keliatannya kuat dan selalu marah - marah. Konflik - konflik di film ini lumayan oke, konflik soal lingkungan lah, soal tetangga yang ribut dan sebagainya, tapi itu semua buat ngebungkus satu konflik besar buat sang karakter utama Otto yang depresi ya. Overall mimin suka dan terbawa suasana saat menonton film ini.

Audio dan Visual

Mimin sih ga terlalu ngeliat soal sound effect di film ini, semuanya tipis-tipis yah. Cuma suara-suara biasa aja, gaada yang buat terlalu bikin film ini seolah kaya drama, terlalu mendramatisir. Dan menurut mimin oke oke aja meskipun sound effectnya sedikit dan ga terlalu menonjol di film ini. Buat visual dari film ini bagus, tone warna yang dikasih itu gloomy gitu deh ya, karena ini film emang dark kalo kata mimin tapi di lain sisi ngasih tau kalo film ini tuh tenang banget dan layak ditonton buat bersantai tanpa harus merasa waswas. Ya meskipun mungkin ada waswas lah ya dibeberapa scene hehehe. Buat cara pengambilan gambar sih mimin rasa standar ya, gaada yang unik - unik gitu.

Kesimpulan dan Rating

Dari mimin buat A Man Called Otto ini pokonya salah satu film yang wajib kalian tonton sekali seumur hidup. Film ini hadir dengan pesan yang kuat dibalut dengan cerita sederhana dimana kebaikan sekecil apapun punya dampak buat orang banyak. Film ini komplit dengan cerita sedih dibarengi komedi didalamnya. Stop baca review film ini, shut your mouth, dan langsung nonton!!

Rating buat film ini 8.8/10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Baru Pixar, Elemental: Forces of Nature

Poster Film Elemental, src: IMDB Sinopsis Dua karakter berbeda, Ember (Leah Lewis) elemen api dan Wade (Mamoudou Athie) elemen air. Layaknya api, Ember memiliki sifat membara, sedangkan Wade memiliki sifat tenang layaknya air. Walaupun berbeda, keduanya saling jatuh cinta dan berusaha mencari kesamaan satu sama lainnya. Review Halo semuanya mimin balik lagi nih dengan review film terbaru dari Pixar yaitu Elemental: Forces of Nature. Hah? Kenapa forces of nature ya? Apakah karena film ini tentang melawan alam? Yaaa bener sih yaa sesuai sinopsis diatas si Ember ( cewe api) dan si Wade (cowo air) ini saling jatuh cinta. Yang bener aja!!!. Mungkin ini film representasi lagunya Naif yaitu Air dan Api, yang jadi kenyataan. Buat kalian yang tertarik, langsung liat aja reviewnya. Karakter Pertama mimin bakal bahas soal karakter. Karakter - karakter didalam film ini merepresentasikan banget sih ya tentang elemen itu sendiri, contoh si Ember, dia kan api nah api tuh membara-bara kan dan ember ju...